Sayang Ibu

/
0 Comments


UNTUKMU

Kata mereka diriku slalu dimanja,
Kata mereka diriku slalu ditimang,..
Ohh Bunda ada dan tiada dirimu kan selalu ada didalam hidupku,.!

Aku menyayangimu Ibu,
Memang Aku tak pernah bisa dan mampu mengungkapkan apa yang Aku rasakan padamu, Aku memang tak tahu bagaimana cara memperlakukanmu dengan kelembutan dan kasih sayang. Tapi semoga dengan kekuatan nurani yang setiap Ibu miliki, dan dengan batin yang mengikat Kita, Kau akan mengerti dan memahami betapa besar cintaku padamu Ibu.

Aku meminta maafmu Ibu,
Ibu banyak sekali gambaran tentang dirimu, dan tak terhitung lukisan kata-kata  menjadi Buku yang mewujudkan Kamu. Sempat Aku membaca salah satu lukisan kata-kata itu, tentang kebesaran hatimu kepada Anak-anakmu, terlebih lagi tentang caramu memaafkan semua kesalahan yang diperbuat buah hatimu. Membuatku tersadar berapa banyak Aku melukai hatimu, membuatmu menangis tak terperi. Hatiku sakit Ibu, mengingat apa yang sudah Aku lakukan padamu, yang sudah Aku berikan padamu. Maafmu sebesar jagat raya, maafmu seluas samudra, dan maafmu membumbung tinggi jauh menembus Angkasa hingga terdengar oleh Telinga Sang pencipta. Bukan karena buku yang ku baca Aku meminta maafmu, tapi karena Kewajibanku untuk selalu meminta ampunanmu Ibu, memohon maafmu untuk semua yang telah terjadi selama ini. Selalu Aku menyayangimu.

Apakah Kau bangga denganku? Ibu?
Tak pernah ku tahu, dan tak Aku mengerti tapi selalu Aku pahami. Aku tak tahu apakah Ibu merasa? Apakah Ibu merasa Aku adalah hasil yang sudah membanggakanmu? dengan karya-karyaku? dengan Prestasi ku? dengan kemampuan, dengan kelebihan dan melimpahnya keterampilan? Tidak! Ibu tahu Aku tidak memiliki itu semua! Karena itu Aku menjadi tidak mengerti, dengan apa? Bagaimana? Anakmu ini bisa membuatmu bangga! Hingga kini, hingga jari-jariku melukiskan kata-kata ini, Aku masih tidak mengerti apakah aku sudah membuatmu bangga? Sempat menjadi kebanggaanmu? Ataukah Aku harus mengerti, semua itu belum terjadi. Seperti Kau memahamiku, Aku juga memahami, terkadang kebanggaan itu tidak terlihat nyata, kebanggaan itu tidak bisa diraba. Hanya saja kita pasti pernah merasakannya bersama, Ibuku sayang.

Layaknya Sungai,
Cintamu padaku, kasih sayangmu Untukku selalu mengalir tak berhenti seperti sungai yang Aku tahu tak memiliki ujung. Terkadang kasih sayangmu begitu tenang menghanyutkan, dan kadang rasa cintamu padaku begitu berisik seperti riak air yang sedang bermain. Tatkala Kau merasa, Kau tahu, Aku sedang terluka, Hatiku menjadi gulana karena beban kehidupan dan masalah batin yang ada. cintamu dan kasih sayangmu akan mengalir begitu deras membasahi tubuhku begitu keras, seperti air terjun yang melunakkan bebatuan dibawahnya, sama halnya dengan diriku, akan ada jalan keluar untuk setiap masalah, akan ada penyembuh untuk setiap luka. Terima Kasih Ibu karena cintamu Aku selalu merasa bahagia, dan kasih sayangmu membuatku selalu ceria.

Terima kasihku padamu,
Tak bisa kurangkai dengan kata-kata, tak bisa ku ganti dengan harta berbagai rupa. Segala yang telah kau lakukan untukku, dan semua yang telah Kau berikan padaku. Terima kasih Ibuku, Kau selalu ada disetiap langkahku, kau selalu menemani dalam manis dan getirnya perjalananku. Kau adalah Hadiah, Kau adalah anugerah yang Tuhan sematkan saat menciptakanku. Segalanya untukmu, Ibuku!

Ku ingin Kau tahu Bunda,
Betapa Ku mencintaimu,
Lebih dari segalanya...


You may also like

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.